Senin, 24 Desember 2012

Kangen Dengan Rekan-rekan alumni

Rasanya sudah lebih setahun saya tidak menyapa rekan2 pembaca, karena kesibukan ditempat baru dan juga ide untuk menulis sudah agak berkurang karena sudah tidak berkecimpung didunia Buletin (heheheee..)
Seperti mimpi bekerja diluar ASC, biasanya setiap pagi sangat familiar dengan rutinitas rebutan angkot untuk sampai ditempat bus jemputan (bunderan KS), setiap akhir minggu bingung memutuskan apakah harus masuk disabtu atau minggu, karena jika dalam sebulan tidak masuk sama sekali setoran buat cicilan ga kekejar ..ups... jadi malu ketahuan juga punya target minum...

Dirutinitas baru dihadapkan dengan bangun yg harus lebih pagi tiap selasa jam 02 00(hari crew chenge) setiap 2 minggu sekali untuk buru-buru ke Bandara Soetta untuk berangkat menjalankan tugas mencari sesuap nasi di Pulau Sumatera, masuk kedalam hutan belantara yg disulap oleh PTJM (Pertamina Talisman Jambimerang) menjadi Gas Plant, dan setelah 2 minggu lagi bisa siap2 untuk pulang bertemu kelaurga tercinta dan Alhamdulillah tidak terpikir untuk kejar setoran lagi (minimum target sudah tercapai hehehe...)

Banyak kenangan di ASC yg sulit untuk dilupakan, selama 14 tahun lebih berbakti dan mencari sesuap nasi disana, terutama kegiatan diluar pekerjaan rutin seperti SP-KEP, Koperasi dan tentu saja Buletin yg sudah sangat identik dengan penulis, semoga rekan-rekan yang masih di ASC juga masih ingat dengan penulis dan juga rekan sesama AlumniASC

Untuk rekan-rekan yang punya keinginan untuk mencari rejeki ditempat lain, diluar atau dalam negeri, tidak ada kata tidak mungkin selama kita berusaha, karena rejeki itu tidak akan tertukar, tetap semangat, jangan mudah putus asa. Dan untuk rekan-rekan yg masih dan akan terus di ASC, tetap semangat apalagi abis dapat bonus 3,2x...




Minggu, 06 November 2011

Dari PVC ke NGL

Masih ingat dengan judul blog ini dengan “Logo dan seragam baru?“ Tulisan yang diterbitkan 7 November 2009 di tulisan itu di pajang foto seorang model dengan seragan baru ASC yang baru dan logonya. Tepat dua tahun yang lalu pada hari ini ( 7 November 2011) model itu telah tercatat menjadi alumni ASC yaitu Eko Pamuji. Sudah 16 tahun menjadi keluarga besar ASC, rencananya dari pihak manajemen ASC rekan kita ini akan dijadikan alumni PVC, karena akan ditempatkan di plant CA yang baru. Tetapi akhirnya Eko memilih menjadi alumni ASC.

Karena dengan usaha yang gigih, tidak kenal lelah dan tetap percaya diri akhirnya Allah mengabulkan usahanya karena sudah memenuhi syarat untuk bisa berkarir di perusahaan Oil dan gas.


"Dengan pengalaman kerja PVC? bisa ngak sih bekerja di oil dan gas plant?“...

Jawabnya, sebuah bukti rekan kita Eko Pamuji, mendapat kesempatan untuk mengembangkan pengalamanya di plant NGL QP (Qatar Petrolium) Meesaid - Qatar.


Sudah memasuki bulan kedua beradaptasi dengan iklim negeri padang pasir. Kebetulan kedatangannya diawali dengan pergantian musim panas ke dingin sehingga perbedaannya dengan iklim negara Indonesia yang tropis belum begitu terasa bedanya saat ini. Ditambah tadi malam Qatar di guyur hujan dan pagi yang mendung. Bekerja di alam baru, lingkungan teman-teman yang baru, berlain bahasa, berlainan budaya dan bangsa, pengalaman baru dan plant yang berbeda dari PVC ke NGL, Eko mangatakan “semuanya bisa-bisa saja, there is no problem, it doesn’t matter so far. InshaAllah”.



Foto: Dari kiri ke kanan Eko Pamuji, Dedy H, Toriq (yunior Dwinur) dan Dwinur Bersilaturahmi setelah sholat Idul Adha Sabtu 06 November 2011



Kamis, 27 Oktober 2011

Rumah Kita

Sembari menunggu berita alumni-alumni yang baru setelah hampir setengah tahun blog ini tidak dapat informasi terbaru, maka kali ini saya berbagi cerita tentang sebuah kegiatan dari lingkungan tempat tinggal saya. Jadi ini bukan cerita tentang alumni ya…., ini tentang komunitas kecil Indonesia di sebuah komuniti besar di Qatar. Sebenarnya ada moment yang terlewatkan dalam tahun ini yang tidak sempat saya berbagi diblog ini padahal dokumentasinya sudah disiapkan. Yaitu kegiatan Perayaan HUT RI ke-66.

Harapanya setelah tulisan ini muncul semoga ada event-event atau cerita yang lebih menarik dari rekan kita dari belahan dunia lain selain Qatar.


Sekelompok cikal generasi muda Indonesia di Al Khor Community, mempunyai suatu organisasi yang mereka namakan “Rumah Kita”. Mereka berkreasi dan menampilkan kemampuan mereka dalam suatu acara pertunjukan yang mereka adakan selama dua hari pada hari libur kerja. Malam Jumat dan malam Sabtu tanggal 20 dan 21 Oktober 2011. Di Ball Room Al Waha Club Al Khor Community.



Kegiatan-kegiatan “Rumah Kita” merupakan suatu wadah untuk menunjukan bakat bagi anak anak para karyawan yang berdomisili di komplek Al Khor Komuniti. Pada pertunjukan kali ini “Rumah Kita” menampilkan pertunjukan bidang seni seperti menari dan music. Mereka menampilkan beberapa tarian modern dan tari-tarian dari berbagai daerah Indonesia yang sudah kotemporer dan dikombinasi. Seperti Tari Kecak, Tari Saman, Tari Kijang, Tari Bambu, Tari Tor tor, dan pertunjukan grup band anak Indonesia di Al Khor community ini seperti Band Drugfree, Band Ignation. Para penonton dari acara ini tidak hanya komunitas dari Indonesai saja tetapi juga warga negara lain seperti Inggris, Algeria, Afrika.

“Rumah Kita” yang bermakna kebersamaan dalam satu atap yang membuat mereka yang berasal dari Indonesia yang berlainan suku, budaya menjadi saling peduli satu sama lain. Keberadaan kelompok ini tentu tidak lepas dari peranan orang tua yang mendukung anak anak mereka dan para orang tua yang berbakat , kreatif, punya pengalaman di bidangnya kemudian menjadi relawan mengkoordinir, dan melatih anggota kelompok ini. Supaya anak anak Indonesia yang tinggal dan besar disini. Jauh dari daerah aslinya tetap mengenal dan melestarikan budaya bangsanya. Sebagai wujudnya mereka bisa menguasai tari daerah mereka seperti dalam acara ini.

Aktifitas kelompok ini juga membuat acara amal, pameran-pameran karya mereka dan lain sebagainya. Acara pertunjukan ini mengumpulkan dana yang akan disumbangkan ke daerah bencana di Indonesia.




Oleh: Dedy Harmizon / Alumni PVC-3, Februari 2007


Sabtu, 30 April 2011

Tausiah Wisata Hati

Ustadz Yusuf dikenal dengan aktifitas dakwahnya di banyak tempat di Indonesia dan juga mancanegara. Selain itu, beliau juga aktif menulis, dimana telah mengarang setidaknya 40 buah judul buku yang laris manis, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di manca negara. Judul-judul buku beliau yang sempat menjadi best seller, yaitu "Mencari Tuhan Yang Hilang" dan "Kun Fayakuun" yang sudah di-film-kan. Selain itu, beliau juga aktif menjadi pembicara dan motivator di seminar-seminar.

Warga Indonesia di Qatar pada tanggal 28 April 2011 sampai 01 Mei 2011 mengadakan acara TAUSIAH WISATA HATI bersama Ustadz Yusuf Mansur. Bertempat di Dukhan, Meesaid, Wakra, Doha dan Al Khor, Ustadz Yusuf Mansur mendatangi kota tempat mayoritas komunitas warga Indonesia di Qatar.
Hari pertama sampai di Qatar Kamis 28 April 2011 sang Ustadz mengadakan pertemuan dengan Yusuf Qardawi dan pertemuan dengan Dr Bilal Philip. Dari sore sampai malamnya mengisi acara Tausiyah di Dukhan.

Hari kedua mengadakan Pengajian di Al Dana Gardens Doha,Tabligh akbar di Saudi Centre, Doha dan mengisi Tausiah di Meesaid. Dan hari ketiga Sabtu tanggal 30 April mengisi tausiah di Masjid Al Fanar Doha paginya dan malamnya di Al Khor. Bertempatan di Ball Room Al Waha Club, Al Khor Community Warga Indonesia RasGas dan Qatargas berbondong bondong bersama anggota keluarganya menghadiri Tausiah Wisata Hati sampai jam 10 malam. Lebih kurang selama 2 jam Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan Tausiah nya yang bertemakan “KADO INGAT MATI”. Seorang motivator yang berpengalaman, dari tausiah yang di sampaikan menjadikan peserta yang hadir untuk bersemangat lagi dan lebih bersemangat untuk mempersiapkan kehidupan setelah kehidupan dunia ini.

Sesuai jadwal pada tanggal 01 Mei 2011, Ustadz Yusuf Mansur akan mengisi ceramah untuk ibu ibu di Doha jam 09 pagi sampai 11 siang.









kiriman info dari:
dedy harmizon - Qatargas - Alumni PVC3 ASC Februari 2007

Senin, 28 Maret 2011

Ketika Cinta Bertasbih di Qatar


Selama 3 hari dari tanggal 24, 25 dan 26 Maret kemarin, kami warga Indonesia di Qatar mengundang seorang Novelis, Sastrawan, sutradara, dai, penyair yang bernama Habiburrahman El Shirazy yang dipanggil akrab dengan panggilan Kang Abik.

Ketika Cinta Bertasbih di Qatar, itulah nama acara yang di tulis oleh panitia.

Bincang Santai dan Diskusi Karya Kang Abik acara di hari pertama, Work shop penulisan acara hari kedua dan Tablik Akbar bersama kang Abik hari terakhir. Dari anak anak, para remaja, ibu ibu dan bapak bapak tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan waktu dalam acara tersebut. Panitia telah menetapkan acaranya di hari libur kerja, tidak heran pesertanya cukup banyak.
Bosan dengan mengisi libur shoping ke Mall atau main main ke taman taman kota, para orang tua lebih memilih datang pada acara tersebut membawa keluarga.

Di Acara Bincang Santai dan diskusi Karya Kang Abik para peserta bisa kenal lebih jauh dengan Kang Abik , bercerita tentang dibalik layarnya Film terbarunya, suka dukanya bikin Sinetron Islami yang banyak disukai public dan lain sebagainya serta makan malam bareng dengan kang Abik.

Di hari kedua peserta di ajak untuk tertarik menjadi penulis bagaimana menimbulkan inspirasi kemudian menuangkannya di ujung pena dan bermacam triks dan tips dari pengalaman kang Abik untuk bisa jadi penulis, dan banyak lagi.

Sangat sangat banyak sekali manfaat dan pelajaran yang di dapat dari kang Abik meski dalam waktu singkat, selama tiga hari tidak cukup untuk mendapatkan pengalaman dari seseorang yang mempunyai begudang gudang prestasi, karya dan pengalaman.

Akhirnya saya bisa juga berjumpa dengan nya dan tidak hanya sekedar bertemu. Melalui Blog ini saya titip salam untuk mas Siswanto di CR PVC3, karena mas Siswanto tahu betul bahwa saya dulu menkliping cerber Ayat Ayat Cinta karya Kang Abik ini dari Republika, waktu Novel AAC masih cerber, saya sudah berkeinginan berkenalan dengan pengarang cerber tersebut. Alhamdulillah keinginan ku terkabulkan.

oleh: Dedy H

Jumat, 25 Maret 2011

Small Group Activity




Ditahun ke 23nya, ASC mengeluarkan kebijakan yang berusaha untuk mengadop kemauan dari Share holder terbesarnya yaitu AGC. Salah satu caranya dengan mengirimkan karyawannya Sister Company yang berada di Indonesia ataupun dimarkasnya sana.Diharapkan dengan mengirim orang kesana bisa menularkan ilmunya ke yang lain setelah pulang dari sananya nanti.
Adapun pemilihan karyawan tersebut sampai saat ini admin belum bisa memastikan syaratnya, yang jelas jika Karyawan yang dikirim ke Jepang tentu saja akan ada timbal baliknya setelah pulang nanti akan menjadi pemimpin di ASC.
Durasi dari pengiriman karyawan tersebut adalah 52 minggu atau setahun, dan single status,kalau mau pulang 1 bulan sekali akan diongkosi ASC, yang dijepang 3 bulan sekali.
Tanggal 7 Maret kemarin dua rekan kita pa HM juju (MPU) dan Walwanto dikirim ke Sidoarjo dan rencanaya bulan MEi akan menyusul ke Jepang Arif (VCM-1) dan Benny (CA-2), sementara ini mereka bersama 10 Orang lain sedang dikursuskan Privat Bahsa Jepang seminggu 3 kali sampai tanggal keberangkatanya, namun karena ad musibah Tsunami dan Gempa yang menimpa JEpang kemungkinan akan ditunda masa kepergiannya untuk wjt yang belum ditentukan.

Sabtu, 05 Maret 2011

Naturalisasi WNI di Qatar

Menonton dan membaca berita media di Indonesia tiap harinya ga lepas dari kerusuhan PSSI aja..., ada tv yg mnggirng opini untuk merevolusi PSSI dan juga sebaliknya, padahal ga semua pengurus PSSI itu jelek walaupun mayoritasnya seperti itu, dan ternyata anak2 indonesia di Qatar juga banyak yg terlatih bermain sepakbola dan beberapa diantaranya ada yg akan dinaturalisasi ke warnanegara Qatar utnuk Ikut Piala dunia 2022 nanti, berikut kiriman ebrita seputar kegiatan WNI di Qatar dikirim oleh saudara kita Dedy Hermizon-Qatar Gas

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yth bapak-bapak/ibu-ibu sekalian,

Melalui email ini saya imformasikan Insya Allah hari Senin 07-03-2011 jam 17:00 sore Al khor Community football junior club dengan pemain utama dari INDONESIA dan di tambah dengan pemain dari Algeria,Mesir,dan Jordan, diminta kesediaan dari Alkhor community untuk mengadakan friendly match untuk kelompok umur 13 thn antara Alkhor community ( pemain utama Indonesia ) VS ASPIRE CENTRE DOHA di ASPIRE centre football ground.

Jadi bagi bapak2 dan ibu2 yg tidak bepergian ke mana2 atau mau shopping ke Villazio kalau ada waktu dapat sama-sama kita menyaksikan pertandingan ini serta memberikan dukungan kepada team Alkhor Community dengan pemain utama dari Indonesia.

Ucapan selamat

Sebagai infomasi yaitu Kuwalid Mustafa Ibrahim sesudah menjalani test terakhir oleh 3 pelatih yg di kirim oleh PSSI nya Qatar di nyatakan lewat test untuk club LAKWIYA ( LAKWIYA adalah club pemerentah Qatar atau PASPAMPRES/CID nya Emir ), sedangkan Andri Agus Sudarmanto sudah di club Al Gharafa sports club sebelum nya dan juga ASPIRE Qatar,dan menurut infomasi ke dua pemain Indonesia ini adalah calon pemain yg akan di persiapkan untuk QATAR world cup 2022, jadi sampai saat ini sudah tiga pemain Indonesia yg bermain di liga Qatar dan terdaftar di PSSI nya Qatar yaitu

Fachri Agri Sumara ( Al khor Club),

Andri Agus Sudarmanto( Al Gharafa Club) dan

Kuwalid Mustafa Ibrahim ( LAKWIYA Club), Sebenar nya Ali Syahrian Tampo juga sudah lewat test untuk club LAKWIYA tapi berhubung sesuatu hal menarik diri dari club.

Jadi sebagai warga Negara Indonesia kita sudah semestinya berbangga tersendiri serta di iringi do’a kepada Allah SWT semoga mereka bisa bermain untuk Qatar World cup 2022 yang bisa membawa harum nama Indonesia di pemerentah Qatar.

Jadi masih ada bocah2 cilik yg sedang berlatih saat ini yg ingin mengikuti jejak abang2 nya atau bisa bergabung dgn PSSI di Indonesia untuk membela bendera merah putih nantinya.

Demikianlah imformasi yang kami berikan,dan mohon maa’f bagi yang tidak berkenan.Terima kasih



Wassalam,

HMYB

( a/n pengurus )